Sabtu, 05 Maret 2011

Stadar Mutu Air Minum (SNI 01-3553-2006)

Air minum dalam kemasan
1.      Ruang lingkup
Standar ini meliputi acuan normatif, istilah dan definisi, syarat mutu, pengambilan contoh, cara uji, syarat lulus uji, higiene, pengemasan dan syarat penandaan untuk air minum dalam kemasan.
2.      Acuan normatif
SNI 01-3554, Cara uji air minum dalam kemasan.
SNI 01-6242-2000, Air mineral alami.
SNI 19-0428-1998, Petunjuk pengambilan contoh padatan.
SNI 06-4162-1996, Metode pengujian kadar perak dalam air dengan alat spektrofotometer serapan atom secara tungku karbon.
SNI 01-2897-1992, Cara uji cemaran mikroba.
SNI 06-2472-1991, Metode pengujian kadar kobal dalam air dengan alat spektrofotometer serapan atom secara tungku karbon.

3. Istilah dan definisi
3.1. Air minum dalam kemasan
Air baku yang telah diproses, dikemas, dan aman diminum mencakup air mineral dan air demineral

3.2. air baku
air yang telah memenuhi persyaratan kualitas air bersih sesuai peraturan yang berlaku

3.3. air mineral
air  minum  dalam  kemasan  yang  mengandung  mineral  dalam  jumlah  tertentu  tanpa menambahkan mineral

3.4. air demineral
air  minum  dalam  kemasan  yang  diperoleh  melalui  proses  pemurnian  seperti  destilasi, deionisasi, reverse osmosis, dan proses setara
4. Syarat mutu
Tabel 1. Persyaratan mutu air minum dalam kemasan

No.

Kriteria uji

Satuan
Persyaratan
Air mineral
Air demineral
1.
Keadaan



1.1
Bau
-
Tidak berbau
Tidak berbau
1.2
Rasa

Normal
Normal
1.3
Warna
Unit Pt-Co
maks. 5
maks. 5
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20

21
21.1
21.2
21.3
21.4
21.5
21.6

22
23
23.1
23.2
23.3
23.4
23.5
pH Kekeruhan
Zat yang terlarut
Zat organik (angka KMnO4) Total organik karbon
Nitrat (sebagai NO3) Nitrit (sebagai NO2) Amonium (NH4) Sulfat (SO4)
Klorida (Cl)
Fluorida (F) Sianida (CN) Besi (Fe) Mangan (Mn) Klor bebas (Cl2) Kromium (Cr) Barium (Ba) Boron (B) Selenium (Se)

Cemaran logam Timbal (Pb) Tembaga (Cu) Kadmium (Cd) Raksa (Hg)
Perak (Ag) Kobalt (Co)

Cemaran arsen
Cemaran mikroba :
Angka lempeng total awal *) Angka lempeng total akhir **)
Bakteri bentuk koli
Salmonella
Pseudomonas aeruginosa
- NTU mg/l mg/l mg/l mg/l
mg/l
mg/l mg/l mg/l mg/l mg/l mg/l mg/l mg/l mg/l mg/l mg/l mg/l



mg/l mg/l mg/l mg/l mg/l mg/l

mg/l

Koloni/ml Koloni/ml APM/100ml
- Koloni/ml
6,0 8,5 maks. 1,5 maks. 500 maks. 1,0
-
maks. 45 maks. 0,005 maks. 0,15 maks. 200 maks. 250 maks. 1 maks.  0,05 maks.  0,1 maks.  0,05 maks.  0,1 maks.  0,05 maks.  0,7 maks.  0,3 maks.  0,01



maks. 0,005 maks.  0,5 maks.  0,003 maks.  0,001
-
-
maks. 0,01 maks. 1,0 x 102
maks. 1,0 x 105
< 2
Negatif/100ml
Nol
5,0 7,5 maks. 1,5 maks. 10
-
maks. 0,5
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-



maks. 0,005 maks.  0,5 maks.  0,003 maks.  0,001 maks.  0,025 maks.  0,01
maks. 0,01 maks. 1,0 x 102
maks. 1,0 x 105
<2
Negatif/100ml
Nol
Keterangan    *) Di Pabrik
**) Di Pasaran

5.      Pengambilan contoh
Cara pengambilan contoh sesuai dengan SNI 19-0428-1998, Petunjuk pengambilan contoh padatan, atau revisinya.

6.      Cara uji
6.1.    Persiapan contoh
Homogenkan contoh dengan cara mengocok, membolak-balikkan kemasan ke atas dan ke bawah.
6.2.    Keadaan contoh
6.2.1.      Bau dan rasa
Cara uji bau dan rasa sesuai SNI. 01-3554, Cara uji air minum dalam kemasan.

6.2.2.      Warna
Cara uji warna sesuai SNI 01-3554, Cara uji air minum dalam kemasan.

6.3.    pH
Cara uji pH sesuai SNI 01-3554, Cara uji air minum dalam kemasan .

6.4.    Kekeruhan
Cara uji kekeruhan sesuai SNI 01-3554, Cara uji air minum dalam kemasan.

6.5.    Zat yang terlarut
Cara uji zat yang terlarut sesuai SNI 01-3554, Cara uji air minum dalam kemasan.

6.6.    Zat organik (angka KMnO4)
Cara uji zat organik sesuai SNI 01-3554, Cara uji air minum dalam kemasan.

6.7.    Total organik karbon
6.7.1.      Prinsip
Karbon organik dioksidasi menjadi karbon dioksida (CO2) oleh persulfat dengan adanya sinar ultraviolet, CO2  yang dihasilkan diukur secara langsung dengan alat inframerah non dispersi, direduksi menjadi metana dan diukur dengan detektor ionisasi pembakaran (flame ionization detector).

6.7.2.      Peralatan
a)      Alat analisa total organik karbon
b)      Penyuntik mikro 0 µl – 1 µl ; 0 µl – 50 µl ; 0 µl – 250 µl ;
c)      Labu ukur 1000 ml

6.7.3.      Pereaksi
a)      Air suling bebas CO2
b)      Asam fosfat (H3PO3) atau asam sulfat H2SO4
c)      Larutan baku karbon organik
-          larutkan 2,1254 g kalium biftalat anhidrat (C8H5KO4) dalam air bebas CO2  dan encerkan menjadi 1000 ml;
-          1,0 ml = 1,00 mg karbon;
-          atau dapat menggunakan senyawa lain yang mepunyai kemurnian dan kestabilan yang cukup serta larut dalam air. Awetkan dengan menambahkan asam fosfat atau asam sulfat sampai < 2.
d)     Larutan baku karbon anorganik
-          larutkan 4,4122 g natrium karbonat (Na2CO3) anhidrat dalam air;
-          tambahkan 3,497 g natrium bikarbonat (NaHCO3) 1,0 ml = 1,00 mg karbon.
e)      Gas pembawa
Oksigen murni atau udara bebas CO2   dan mengandung hidrokarbon (metana) kurang dari  1 ppm.
f)       Purging gas
Gas yang bebas CO2  dan hidrokarbon

6.7.4.      Cara kerja
a)      Siapkan alat sesuai instruksi alat b)   Penyiapan contoh
-          Homogenkan contoh
Jika karbon organik terlarut ditetapkan :
-          Saring contoh dan pereaksi air melalui saringan vakum 0,45 µm;
-          Sebelumnya rendam alat penyaring dalam larutan HNO3 1:1 selama 1 malam dan cuci sampai bersih.
Untuk penetapan NPOC (Nonpergeable organic carbon)
-          Masukkan 15 ml sampai 30 ml contoh ke dalam labu Erlenmeyer dan asamkan sampai pH 2 dengan asam fosfat. Alirkan gas pencuci sesuai dengan rekomendasi pabrik.
b)      Injeksi contoh
-          ambil bagian contoh yang telah disiapkan dengan alat injeksi;
-          pilih ukuran/volume contoh sesuai dengan petunjuk dari manual alat;
-          kocok contoh dengan pengaduk magnet, pilih jarum injeksi dengan ukuran partikel contoh;
-          injeksikan contoh dan standar ke alat analisa sesuai dengan petunjuk alat dan catat respon yang terjadi.
c)      Penyiapan kurva standar
-          siapkan deret standar karbon organik dengan kisaran konsentrasi karbon organik di dalam contoh;
-          injek standar dan blanko dan catat respon yang dihasilkan;
-          tetapkan         area      peak     standar            dengan            mengurangi     area      blanko.            Penetapan berdasarkan tinggi peak mungkin tidak cukup karena perbedaan laju oksidasi dari standar dan contoh;
-          koreksi area peak standar dengan mengurangi area blanko air pereaksi dan plot konsentrasi karbon organik dalam ml/l terhadap area peak yang telah dikoreksi;
-          injeksikan contoh dan blanko. Kurangi area peak contoh dengan area peak blanko dan tetapkan karbon organik dari kurva standar.

6.7.5.      Perhitungan
Hitung total organik karbon dengan menggunakan rumus: Total organik karbon = (KT – KA) mg/l
dengan:
KT adalah Kadar karbon total; KA adalah karbon anorganik.

6.8.    Nitrat
Cara uji nitrat sesuai dengan SNI 01-3554, Cara uji air minum dalam kemasan..

6.9.    Nitrit
Cara uji nitrit sesuai dengan SNI 01-3554, Cara uji air minum dalam kemasan.

6.10.    Amonium
Cara uji amonium sesuai dengan SNI 01-3554, Cara uji air minum dalam kemasan.

6.11.    Sulfat
Cara uji sulfat sesuai dengan SNI 01-3554, Cara uji air minum dalam kemasan.

6.12.  Klorida
Cara uji klorida sesuai dengan SNI 01-3554, Cara uji air minum dalam kemasan.

6.13.  Fluorida
Cara uji fluorida sesuai dengan SNI 01-3554, Cara uji air minum dalam kemasan.

6.14.  Sianida
Cara uji sianida sesuai dengan SNI 01-3554, Cara uji air minum dalam kemasan.

6.15  Besi
Cara uji besi sesuai dengan SNI 01-3554, Cara uji air minum dalam kemasan.

6.16.  Mangan
Cara uji mangan sesuai dengan SNI 01-3554, Cara uji air minum dalam kemasan .

6.17.  Klor bebas
Cara uji klor bebas sesuai dengan SNI 01-3554, Cara uji air minum dalam kemasan .

6.18.  Kromium
Cara uji kromium sesuai dengan SNI 01-3554, Cara uji air minum dalam kemasan.


6.19.  Barium
Cara uji barium sesuai dengan SNI 01-3554, Cara uji air minum dalam kemasan.

6.20.    Boron
Cara uji boron sesuai dengan SNI 01-3554, Cara uji air minum dalam kemasan.

6.21.    Selenium
Cara uji selenium sesuai dengan SNI 01-3554, Cara uji air minum dalam kemasan.

6.22.    Cemaran logam
6.22.1  Timbal
Cara uji timbal sesuai dengan SNI 01-3554, Cara uji air minum dalam kemasan.

6.22.2.  Tembaga
Cara uji tembaga sesuai dengan SNI 01-3554, Cara uji air minum dalam kemasan.

6.22.3  Kadmium
Cara uji kadmium sesuai dengan SNI 01-3554, Cara uji air minum dalam kemasan.

6.22.4. Raksa
Cara uji raksa sesuai dengan SNI 01-3554, Cara uji air minum dalam kemasan.

6.22.5. Perak
Cara uji perak sesuai dengan SNI 06-4162-1996, Metode pengujian kadar perak dalam air dengan alat spektrofotometer serapan atom secara tungku karbon atau revisinya.

6.22.6. Kobal
Cara uji kobal sesuai dengan SNI 06-4162-1996, Metode pengujian kadar perak dalam air dengan alat spektrofotometer serapan atom secara tungku karbon atau revisinya.

6.23.    Cemaran arsen
Cara uji cemaran arsen sesuai dengan SNI 01-3554, Cara uji air minum dalam kemasan.

6.24.    Cemaran mikroba
6.24.1  Angka lempeng total awal
Cara uji angka lempeng total awal sesuai dengan SNI 01-2897-1992, Cara uji cemaran mikroba, atau revisinya.

6.24.2. Angka lempeng total akhir
Cara uji angka lempeng total akhir sesuai dengan SNI 01-2897-1992, Cara uji cemaran mikroba, atau revisinya.

6.24.3. Bakteri bentuk koli
6.24.3.1. Metode APM
Cara  uji  bakteri  bentuk  koli  metode  APM  sesuai  dengan  SNI  01-2897-1992,  Cara  uji cemaran mikroba, atau revisinya.

6.24.3.2. Metode penyaringan (Membran filter)
6.24.3.2.1. Prinsip
Pertumbuhan bakteri bentuk koli setelah contoh diinkubasikan dalam pembenihan yang cocok selama 24 jam sampai 48 jam pada suhu 36 ºC±1 ºC.

6.24.3.2.2  Peralatan
a)  pipet ukur 10 ml atau gelas ukur 100ml;
b)  cawan Petri diameter 50 – 60 mm;
c)  penyaring membran 0,45 µm;
d)  pinset;
e)  unit alat penyaringan (filtration unit);
f) lemari pengeram 36 ºC±1 ºC.

6.24.3.2.3  Pembenihan
Violet red bile agar.

6.24.3.2.4  Cara kerja
a)        pasang peralatan penyaring membran yang terdiri dari corong, membran penyaring dan penampung yang telah disterilkan lebih dahulu, dan hubungkan dengan sistem vakum;
b)        masukkan 100 ml cuplikan contoh atau sejumlah yang diperlukan ke dalam corong dari alat penyaring dengan menggunakan pipet atau gelas ukur steril;
c)        pergunakan  vakum  untuk  menyaring  cuplikan  melalui  membran  dan  saring  cairan pembilas;
d)       bilas seluruh permukaan dalam corong penyaring dengan air pengencer atau air suling steril  yang jumlahnya sama dengan jumlah cuplikan yang disaring dan saring cairan pembilas;
e)        sesudah pembilasan selesai, hentikan vakum;
f)         buka  kembali  peralatan  penyaring,  dengan  menggunakan  pinset  yang  steril  angkat membran penyaring dari alat penyaring;
g)        letakkan membran penyaring di atas pembenihan violet red bile agar dalam cawan petri (usahakan jangan ada gelembung udara di bawah membran);
h)        inkubasikan cawan dengan posisi terbalik pada 36 ºC±1 ºC. selama 48 jam;
i)          hitung koloni yang berwarna merah gelap yang berukuran 0,5 mm atau lebih pada membran yang menyatakan jumlah bakteri bentuk koli dalam 100 ml contoh.

6.24.4  Salmonela
Cara uji  salmonela  sesuai  dengan SNI  01-2897-1992, Cara uji  cemaran  mikroba,  atau revisinya.

6.24.5  Pseudomonas aeruginosa
Cara uji Pseudomonas aeruginosa sesuai dengan SNI 01-6242-2000, Air mineral alami.

7.Syarat lulus uji
Produk dinyatakan lulus uji apabila memenuhi spesifikasi persyaratan mutu air minum dalam kemasan sesuai pasal 4.

8. Higiene
Air minum dalam kemasan harus diproduksi secara higienis termasuk cara penyiapan dan penanganan sesuai dengan persyaratan Teknis Industri Air minum Dalam Kemasan dan Perdagangannya.

9. Pengemasan
Produk dikemas dalam wadah yang tertutup rapat, tidak dipengaruhi atau mempengaruhi isi, aman  selama  penyimpanan  dan  pengangkutan,  sesuai  Persyaratan  Teknis  Industri  Air minum Dalam Kemasan dan Perdagangannya.

10. Syarat penandaan
Syarat penandaan sesuai peraturan tentang Label Iklan Pangan.


Bibliografi
Committee of Revision of the United States Pharmacopoeia Convention Inc. 1995. The United  state Pharmacopoeia (USP) 23. The national Formulary  (NF) 18. The Board of Trustees, Washington DC..
Standard Methods for The Examination of water and Wastewater, American Public Health Association; American Water Works Association; Water Environment Federation 20Th  ed. Washington DC, 1998.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

semoga membantu

^_^